Kamis, 19 Juli 2012

masa SMA :)


Ujian atau musibah?...
Awalnya aku tidak menyangka dengan semua yang aku alami saat ini, tak pernah terbesit sedikit pun akan hal ini. sakit rasanya jika aku teringat semua yang aku alami sekarang, tapi apa daya… kenyataan berkata lain. Aku harus menerima semua ini dan mencoba untuk ikhlas J
Singkat cerita aku bertemu dengannya melalui jejaring sosial sebutlah facebook, karena di awal saat aku menyandang perdikat SMP jejaring sosial tersebut sedang ramai-ramainya di gandrungi oleh kaum remaja contohnya sepertiku hhee.. hingga awal aku masuk SMA aku masih mnggunakan jejaring sosial tersebut. Tapi aku tidak langsung bertemu dengannya, melainkan aku dekat dengan temannya sebutlah dia “a”, aku cukup lama berteman dengannya dan tidak lama pun dia ingin lebih dari seorang teman tapi aku belum bisa karena aku belum terlalu jauh mengenal sifat dan pribadinya. Disitu lah aku bertemu dengannya, faqih namanya. Faqih telah berteman cukup lama dengan si “A” jadi faqih pun pasti mengenalku karena aku cukup dekat dengan temannya. Tidak lama kemudian aku dengan faqih saling mengenal dan dia meminta nomor handphoneku melalui jejaring sosial tersebut. Tak ada keraguan untukku untuk memberikan nomor handphoneku kepadanya, saat itu yang aku fikirkan mungkin lelaki ini ingin berkenalan biasa denganku dan bukan maksud ku untuk menjadi wanita murahan dengan memberikan nomor handphone ku ke orang lain yang belum aku kenal tapi entah kenapa hatiku senang dengan sosoknya J tak lama kemudian kami sering berkomunikasi memalui sms dan telefon bahkan melebihi aku berkomunikasi dengan si “A”. aku merasa tertarik dengan kepribadiannya yang lain dari laki-laki biasanya, menurutku ada sesuatu yang ada di dalam sosoknya J setiap hari kami makin sering berkomunikasi, setelah lama kami berkomunikasi ternyata dia menyatakan ingin menjadi lebih dari sekedar teman denganku. Tepatnya tanggal 7 september 2010, Aneh mungkin karena dia dan aku pun tidak pernah bertatap muka, dalam fikiranku mungkin ini hanya cinta sesaat yang main-main, ku jalani hari-hari dengannya. Di dalam hati ku, aku tidak serius menjalaninya karena aku belum pernah bertemu dengannya. Hhhmmm tapi takdir berkata lain, aku enjoy bersama dia J sebulan kami berstatus berpacaran barulah kami bertemu. Pertama kali ketemu kami jaim, hhaa lucu sekali kalau teringat itu. Malu, canggung, bahkan nervous yang aku rasakan saat itu dan ku pikir dia pun sama sepertiku karena dia hanya diam bukan main! Ketika itu aku hendak nonton film di bioskop, saat kami berdua jalan menuju bioskop dia hanya diam dan menunduk. Aku berfikir mungkin dia pun malu sepertiku, Rasanya canggung sekali untuk memanggilnya “sayang” tidak seperti di sms atau telefon, kuberanikan diri untuk berpegang ke tangannya saat kami naik eskalator. Dan alhasil nervous aku hilang seketika ketika aku berhasil berpegangan dengannya :D, semenjak itulah dia baru memberanikan diri untuk memanggilku “sayang” J. Canda tawa pun menghiasi cerita cinta kami, tak ketinggalan sedih dan duka pun menghiasi kisahku ini. Aku mempunyai panggilan khusus untuknya, aku memanggilnya AA karena aku asli orang sunda jadi terbiasa memanggil laki-laki dengan sebutan AA. Dan dia memanggilku dd karena aku pun cukup lebih muda darinya yaitu 1 tahun 6 bulan. Hari demi hari, bulan demi bulan bahkan tahun demi tahun aku lalui dengannya J indah saat kita melewati tanggal 7 setiap bulannya J tak terasa 1 tahun sudah aku berpacaran dengannya. Semua pernah ku alami bersamanya, sempat putus asa dengan hubungan ini karena sifat kami berdua yang sangat berbeda. Aku dengan sifat kekanak-kanakanku sedangkan dia jauh lebih dewasa di bandingkan aku, Cobaan mulai datang silih berganti menghiasi kisahku, sempat kami putus nyambung hingga 2 kali walau putusnya hanya 1 hari bahkan 1 jam J. dia sabar menghadapiku selama ini, tak pernah aku bertemu dengan sosok laki-laki sepertinya… dia selalu mengalah demi hubungan kita ini. Yang ku tahu dia sangat menyayangiku dan begitu pun aku, tapi Keegoisanku selalu menjadi masalahnya, aku sadar akan hal itu dan aku pun tak mempungkirinya. Semakin hari kami semakin akrab, dan kami pun semakin sayang satu sama lain. Dan kami pun mempunyai panggilan sayang yang tak pernah orang lain pakai, aku memanggilnya cabi dan dia memanggilku cumi? Do you know cumi and cabi? Cumi itu singkatan dari calon umi sedangkan cabi adalah calon abi :D. menarik bukan? Dan kami mengharapkan bisa berganti panggilan menjadi abi dan ummi jika kelak kami berjodoh, aminnnn. Hhmm aku berpacaran dengannya lebih dari 1 tahun tapi kami masih backstreet, ternyata itu susah rasanya sekali. jika kami sedang pergi berdua selalu saja khawatir, khawatir ada yang mengenali aku atau pun dirinya. Banyak sekali masalah menimpa hubunganku dengan dia, entah itu karena komunikasi atau karena orang tua. Alhamdulillah sekarang orang tuaku sudah mengenalinya J senang rasanya bisa mengajak laki-laki yang ku sayang bertemu dengan kedua orang tuaku. Dia adalah laki-laki pertama yang pernah aku pertemukan dengan kedua orang tuaku dan insya allah menjadi yang pertama dan terakhir. Tapi  ada masalah besar di balik itu semua, singkat cerita dia sudah lulus SMA. Ku fikir setelah dia lulus nanti kami akan lebih sering bertemu tetapi berbalik dengan kenyataan yang kuhadapi sekarang.dia memberiku kabar melalui pesan singkat yang berisi “aku mau kita ketemuan yah, ada sesuatu yang harus aku omongin sama kamu”. Dalam hatiku “lho tumben dia sms kaya gini, beda dari biasanya” aku terus membujuknya untuk berkata sekarang melalui telepon karena aku sangat dibuat penasaran olehnya, ternyata ke-khawatiranku selama ini benar J ketika suatu malam aku bertengkar hebat dengannya entah karena apa tapi aku sudah merasa tak sanggup hingga akhirnya aku berkata “kita putus aja” dan dia jawab “oke kalau itu mau kamu” seketika air mata terus mengalir membasahi pipiku, dalam hati kecilku tak ingin aku melepaskannya. Tak hentinya aku menangisi semua ini, Aku masih amat sangat menyayanginya, begitu pun dia. Setelah berjam-jam aku menangisi semua itu, lalu aku berkata “semoga kamu bisa cari pengganti aku” dan dia menjawab “yang ada kamu tuh, semoga kamu bisa cari co lain” lalu ku jawab “alah kamu tuh yg bakalan cari ce lain” dia menjawab “aku mau pesantren” seketika jantungku berdegub kencang tanpa henti, keringat dingin bercampur lemas. Aku tak percaya dengan semua ini :”(. Semalaman suntuk tak henti otakku memikirkan tentang hal itu, bigung dan kaget. Apakah aku bermimpi? ternyata dia benar-benar serius ingin pesantren. Seminggu tidak bertemu aja kami kadang suka bertengkar karena kami kangen apalagi kalau nanti dia pesantren ! karena pesantren tidak mengizinkan membawa alat komunikasi dalam bentuk apa pun. Tidak akan ada lagi laki-laki yang akan menemani hari-hariku, tidak ada yang mengusap air mataku ketika aku merengek seperti anak kecil yang ingin bertemu, tidak ada lagi jalan-jalan berdua bareng seperti dulu yang sering kami lakukan, semua kesedihan ini berkecambuk di dadaku. Tidak terima itulah yang aku rasakan saat itu, aku takut kehilangan dirinya dan cintanya. Aku menangis sejadi-jadinya malam itu, tak ada rasa ngantuk sedikit pun yang aku rasakan, padahal aku terbiasa tidur sore. Baru aku sadari dia ingin bertemu denganku dan berbincang langsung denganku karena dia tahu kalau aku akan sulit menerima kenyataan ini. Tuhan engkau tidak adil kepadaku! Itulah yang selalu aku lontarkan. Karena aku tak ingin ada perpisahan diantara kami. aku Tidak makan berhari-hari sebelum dia berangkat itu yang membuat pertengkaran diantara kita, dia tidak ingin melihatku terpuruk. Tapi itulah yang aku rasakan, SAKIT SAKIT DAN SAKIT. Tanggal 7 juni 2012 adalah pertemuan terakhirku dengannya, pertemuan terakhir dengan laki-laki yang menemani hidupku hampir 2 tahun belakangan ini. Butiran tetes air mata tak kuasa ku bendung di hadapannya, tak ingin sebenarnya aku menangis di hadapannya tapi aku tak kuasa menahan ribuan air mata yang berlinangan di mataku. Seketika banjir air mata pun datang, tak peduli orang yang berada di sekeliling ku. Ketika aku masih sibuk dengan tangisanku, dia memgang tanganku erat sekali. Dia berusaha menutupi kesedihannya dengan menunduk dan memegang erat tanganku itu sampai aku sadari bahwa tanganku basah oleh air matanya :”( di kesempatan itu aku memberikan kain sarung untukknya yang telah aku bordir dengan tulisan “AQIS” aqis itu singkatan faqihsuci. Aku sengaja memberikan kain tersebut agar dia selalu ingat denganku disana, dan bisa menemaninya disaat dia sedang kedinginan. Cin-cin yang melekat di jari kami berdua aku lepaskan dan aku memintanya untuk memakaikan kembali sebelum dia pergi. Perpisahan pun terjadi, kami bertemu hanya 1 jam karena hari mulai sore. Ku cium punggung tangannya seperti yang biasa aku lakukan ketika kami hendak pulang tapi kali itu terakhir aku bersalaman dengannya. Ku cium tangannya lama sekali tak seperti biasanya karena aku tahu aku tak akan lagi bisa mencium bau tangannya. Sesampainya dirumah dia berkata “seneng deh ketemu dd tadi, walau dd ga berenti nangis tapi aa bersyukur bisa ketemu dd dulu sebelum aa pergi” disertai dengan senyumannya yang khas yang seolah-olah ingin membuatku tersenyum seperti sedia kala. Hari itu pun datang :”(, hari yang sangat aku tidak harapkan. Tanggal 9 juni pukul 14.00 wib dia mengirim pesan untukku ‘aa berangkat yah sayang :”)’ rapuh rasanya hatiku melihat kenyataan ini. dia meninggalkanku disini dengan sejuta rencana yang telah kami rajut bersama, dia pergi disaat kami sedang liburan sekolah:”(. Semua rencanaku hancur seketika, aku tak henti-hentinya menangis dalam keterpurukanku, dalam hatiku terus bertanya-tanya “kenapa harus aku yang mengalami ini semua? Kenappaaaaa? Apa salah aku ya allah?” :”(. Setiap hari kami selalu menghabiskan waktu berdua walau melalui pesan singkat, memang selama ini pun kami jarang bertemu karena kami masih sekolah dan kami bertemu jika hari libur saja itu pun kalau tidak ada acara keluarga. Sering kami bertengkar karena acara yang kami impikan selama seminggu gagal begitu saja dan artinya kami harus menunggu minggu berikutnya untuk bertemu kembali. Begitulah seterusnya, selama seminggu hanya 1 kali kami bertemu :”) sehari setalah kamu pergi rasanya itu seperti hilang semua tulangku, lemas yang aku rasakan jika melihat handphone karena tak ada lagi yang sms aku setiap pagi. Biasanya setiap pagi handphoneku berdering tanda ada kotak masuk dan tentunya dari aa :”) kalimat “pagi sayangku J” yang sangat sederhana kami lakukan setiap mata kami terbuka itu pun lenyap seketika :”( !!!! kesepiannnnnnnnn itulah rasanya …. sehari tanpa smsn dengamu itu hal mustahil untukku tapi sekarang bukan lagi hal yang mustahil :”( aku harus tabah menjalani ini semua. Iri memang melihat teman-temanku yang bisa berlibur bersama dengan orang yang spesial :”( hanya selalu ada iri iri iri yang ada di dalam hatiku saat malam minggu tiba pun, karena aku belum pernah malam mingguan bersamanya. Dia tidak ingin malam mingguan, mungkin karena takut di marahi orang tua dan aku pun memakluminya.Tidak ada lagi yang mengkhawatirkan aku disini, aku hanya bisa membaca pesan singkat darinya yang dahulu sebelum dia berangkat. Dia menitip pesan untukku “dd rajin sholat, rajin ngaji, jangan lepas jilbabnya, terus cantik hatinya, baik hati, dan ga keras kepala lagi” aahhh rasanya terus ingin menangis jika membaca pesan tersebut ! aku hanya bisa menulis kegiatanku di buku catatanku setiap hari, dan kelak kuingin dia membacanya ketika dia pulang agar dia tau bahwa aku selalu merindukannya setiap hari. Teman-temanku terus memberiku semangat untuk menghadapi semua ini, bersyukur masih ada yang peduli dengan keadaanku ini. Setiap hari aku selalu memandangi handphone, berharap ada pesan dari kamu tapi sampai hampir 1 bulan kamu disana tak pernah ada kabar darimu. Do you know? Everything I miss u cabi :”( Kecewa itu yang aku rasakan menghadapi kenyataan ini :”( dan tanggal 9 itu ulang tahunku yang ke 17 tahun. Orang bilang sweet seventeen itu ulang tahun paling indah tapi sepertinya untukku itu ulang tahun paling buruk di hidupku :”( sempat aku berfikir kalau sampai nanti tanggal 9 juli dia tidak menghubungiku lagi, aku akan buang jauh-jauh handphone ini dari hadapanku!! Tanggal 9 juli pun datang, jam 07.28 AM tanggal 9 juli 2012 handphone ku berdering, ku fikir itu hanya temanku yang ingin memberikan ucapan untukku tapiiiiiiii ‘2 kotak masuk my dear faqih :*’  tidak kusangka dia mengucapkan selamat ulang tahun untukku J itu hadiah terindah untuk ulang tahunku kali ini :”) karena ku fikir dia tidak akan menghubungiku lagi. setidaknya dia tidak melupakan aku disini dan dia masih tetap menjaga kesetiaanku disini J kami berkomitmen untuk menjalani semua apa adanya ya setidaknya kita LDR selama dia berada di pesantren. COBAAN atau MUSIBAHKAH semua ini ya allah? Kalau memang ini cobaan berikanlah kami kekuatan agar mampu melewatinya tapi kalau semua ini musibah tolong hentikan ini semua ya allah :”( hanya engkau tempatku mengadu dan engkau lah yang tau hikmah di balik ini semua. So? Aku bahagia jalanin ini semua sekarang J tak ada kata galau lagi untukku, memang pernah aku merasa kangen luar biasa dengan dirinya dan aku tak berhenti menangis jika sedang kangen tingkat dewa. Aku hanya ditinggal mencari ilmu olehnya bukan ditinggal selama-lamanya, aku masih bisa dengar suaranya saat ku putar rekaman suaranya yang sengaja dia rekam untukku agar aku bisa melepas rinduku padanya J dia menuntut ilmu disana dan aku menyelesaikan sekolahku disini. Umurku masih sangat kecil untuk memikirkan kata “menikah” tapi aku selalu serius menjalaninya. Bukan cerita SMA kalau tidak ada kisah yang tragis, bukan tragis sebenarnya tapi mengharukan. Jsemua ini akan menjadi kenanganku dimasa mendatang J aku percaya akan ada keindahan di balik semua ini ya allah J aminn ya rabbal a’lamin .
Semua ini menjadikan aku lebih tegar dan dewasa J, LDR? Semoga ini ldr pertama dan terakhirku bersamanya. kuambil sisi positifnya dari semua ini. Semoga tidak ada lagi bertengkar karena hal spele setelah dia pulang dari pesanren nanti, aku ingin memperbaiki semua ini J tersenyum untukku untukknya dan untuk kita J