Ujian atau
musibah?...
Awalnya aku tidak menyangka dengan semua yang aku alami saat
ini, tak pernah terbesit sedikit pun akan hal ini. sakit rasanya jika aku
teringat semua yang aku alami sekarang, tapi apa daya… kenyataan berkata lain.
Aku harus menerima semua ini dan mencoba untuk ikhlas J
Singkat
cerita aku bertemu dengannya melalui jejaring sosial sebutlah facebook, karena
di awal saat aku menyandang perdikat SMP jejaring sosial tersebut sedang ramai-ramainya
di gandrungi oleh kaum remaja contohnya sepertiku hhee.. hingga awal aku masuk
SMA aku masih mnggunakan jejaring sosial tersebut. Tapi aku tidak langsung
bertemu dengannya, melainkan aku dekat dengan temannya sebutlah dia “a”, aku
cukup lama berteman dengannya dan tidak lama pun dia ingin lebih dari seorang
teman tapi aku belum bisa karena aku belum terlalu jauh mengenal sifat dan
pribadinya. Disitu lah aku bertemu dengannya, faqih namanya. Faqih telah
berteman cukup lama dengan si “A” jadi faqih pun pasti mengenalku karena aku
cukup dekat dengan temannya. Tidak lama kemudian aku dengan faqih saling
mengenal dan dia meminta nomor handphoneku melalui jejaring sosial tersebut.
Tak ada keraguan untukku untuk memberikan nomor handphoneku kepadanya, saat itu
yang aku fikirkan mungkin lelaki ini ingin berkenalan biasa denganku dan bukan
maksud ku untuk menjadi wanita murahan dengan memberikan nomor handphone ku ke
orang lain yang belum aku kenal tapi entah kenapa hatiku senang dengan sosoknya
J tak
lama kemudian kami sering berkomunikasi memalui sms dan telefon bahkan melebihi
aku berkomunikasi dengan si “A”. aku merasa tertarik dengan kepribadiannya yang
lain dari laki-laki biasanya, menurutku ada sesuatu yang ada di dalam sosoknya J setiap hari kami makin sering
berkomunikasi, setelah lama kami berkomunikasi ternyata dia menyatakan ingin
menjadi lebih dari sekedar teman denganku. Tepatnya tanggal 7 september 2010,
Aneh mungkin karena dia dan aku pun tidak pernah bertatap muka, dalam fikiranku
mungkin ini hanya cinta sesaat yang main-main, ku jalani hari-hari dengannya.
Di dalam hati ku, aku tidak serius menjalaninya karena aku belum pernah bertemu
dengannya. Hhhmmm tapi takdir berkata lain, aku enjoy bersama dia J sebulan kami berstatus berpacaran
barulah kami bertemu. Pertama kali ketemu kami jaim, hhaa lucu sekali kalau
teringat itu. Malu, canggung, bahkan nervous yang aku rasakan saat itu dan ku
pikir dia pun sama sepertiku karena dia hanya diam bukan main! Ketika itu aku
hendak nonton film di bioskop, saat kami berdua jalan menuju bioskop dia hanya
diam dan menunduk. Aku berfikir mungkin dia pun malu sepertiku, Rasanya canggung
sekali untuk memanggilnya “sayang” tidak seperti di sms atau telefon, kuberanikan
diri untuk berpegang ke tangannya saat kami naik eskalator. Dan alhasil nervous
aku hilang seketika ketika aku berhasil berpegangan dengannya :D, semenjak
itulah dia baru memberanikan diri untuk memanggilku “sayang” J. Canda tawa pun menghiasi cerita
cinta kami, tak ketinggalan sedih dan duka pun menghiasi kisahku ini. Aku mempunyai
panggilan khusus untuknya, aku memanggilnya AA karena aku asli orang sunda jadi
terbiasa memanggil laki-laki dengan sebutan AA. Dan dia memanggilku dd karena
aku pun cukup lebih muda darinya yaitu 1 tahun 6 bulan. Hari demi hari, bulan
demi bulan bahkan tahun demi tahun aku lalui dengannya J indah saat kita melewati tanggal 7
setiap bulannya J tak terasa 1 tahun sudah aku berpacaran dengannya.
Semua pernah ku alami bersamanya, sempat putus asa dengan hubungan ini karena
sifat kami berdua yang sangat berbeda. Aku dengan sifat kekanak-kanakanku
sedangkan dia jauh lebih dewasa di bandingkan aku, Cobaan mulai datang silih
berganti menghiasi kisahku, sempat kami putus nyambung hingga 2 kali walau
putusnya hanya 1 hari bahkan 1 jam J. dia sabar menghadapiku selama ini,
tak pernah aku bertemu dengan sosok laki-laki sepertinya… dia selalu mengalah
demi hubungan kita ini. Yang ku tahu dia sangat menyayangiku dan begitu pun
aku, tapi Keegoisanku selalu menjadi masalahnya, aku sadar akan hal itu dan aku
pun tak mempungkirinya. Semakin hari kami semakin akrab, dan kami pun semakin
sayang satu sama lain. Dan kami pun mempunyai panggilan sayang yang tak pernah
orang lain pakai, aku memanggilnya cabi dan dia memanggilku cumi? Do you know
cumi and cabi? Cumi itu singkatan dari calon umi sedangkan cabi adalah calon
abi :D. menarik bukan? Dan kami mengharapkan bisa berganti panggilan menjadi
abi dan ummi jika kelak kami berjodoh, aminnnn. Hhmm aku berpacaran dengannya
lebih dari 1 tahun tapi kami masih backstreet, ternyata itu susah rasanya
sekali. jika kami sedang pergi berdua selalu saja khawatir, khawatir ada yang
mengenali aku atau pun dirinya. Banyak sekali masalah menimpa hubunganku dengan
dia, entah itu karena komunikasi atau karena orang tua. Alhamdulillah sekarang
orang tuaku sudah mengenalinya J senang rasanya bisa mengajak
laki-laki yang ku sayang bertemu dengan kedua orang tuaku. Dia adalah laki-laki
pertama yang pernah aku pertemukan dengan kedua orang tuaku dan insya allah
menjadi yang pertama dan terakhir. Tapi ada masalah besar di balik itu semua, singkat
cerita dia sudah lulus SMA. Ku fikir setelah dia lulus nanti kami akan lebih
sering bertemu tetapi berbalik dengan kenyataan yang kuhadapi sekarang.dia
memberiku kabar melalui pesan singkat yang berisi “aku mau kita ketemuan yah,
ada sesuatu yang harus aku omongin sama kamu”. Dalam hatiku “lho tumben dia sms
kaya gini, beda dari biasanya” aku terus membujuknya untuk berkata sekarang
melalui telepon karena aku sangat dibuat penasaran olehnya, ternyata
ke-khawatiranku selama ini benar J ketika suatu malam aku bertengkar
hebat dengannya entah karena apa tapi aku sudah merasa tak sanggup hingga
akhirnya aku berkata “kita putus aja” dan dia jawab “oke kalau itu mau kamu”
seketika air mata terus mengalir membasahi pipiku, dalam hati kecilku tak ingin
aku melepaskannya. Tak hentinya aku menangisi semua ini, Aku masih amat sangat
menyayanginya, begitu pun dia. Setelah berjam-jam aku menangisi semua itu, lalu
aku berkata “semoga kamu bisa cari pengganti aku” dan dia menjawab “yang ada
kamu tuh, semoga kamu bisa cari co lain” lalu ku jawab “alah kamu tuh yg
bakalan cari ce lain” dia menjawab “aku mau pesantren” seketika jantungku
berdegub kencang tanpa henti, keringat dingin bercampur lemas. Aku tak percaya
dengan semua ini :”(. Semalaman suntuk tak henti otakku memikirkan tentang hal
itu, bigung dan kaget. Apakah aku bermimpi? ternyata dia benar-benar serius
ingin pesantren. Seminggu tidak bertemu aja kami kadang suka bertengkar karena
kami kangen apalagi kalau nanti dia pesantren ! karena pesantren tidak
mengizinkan membawa alat komunikasi dalam bentuk apa pun. Tidak akan ada lagi
laki-laki yang akan menemani hari-hariku, tidak ada yang mengusap air mataku
ketika aku merengek seperti anak kecil yang ingin bertemu, tidak ada lagi
jalan-jalan berdua bareng seperti dulu yang sering kami lakukan, semua
kesedihan ini berkecambuk di dadaku. Tidak terima itulah yang aku rasakan saat
itu, aku takut kehilangan dirinya dan cintanya. Aku menangis sejadi-jadinya
malam itu, tak ada rasa ngantuk sedikit pun yang aku rasakan, padahal aku
terbiasa tidur sore. Baru aku sadari dia ingin bertemu denganku dan berbincang
langsung denganku karena dia tahu kalau aku akan sulit menerima kenyataan ini.
Tuhan engkau tidak adil kepadaku! Itulah yang selalu aku lontarkan. Karena aku
tak ingin ada perpisahan diantara kami. aku Tidak makan berhari-hari sebelum
dia berangkat itu yang membuat pertengkaran diantara kita, dia tidak ingin
melihatku terpuruk. Tapi itulah yang aku rasakan, SAKIT SAKIT DAN SAKIT. Tanggal
7 juni 2012 adalah pertemuan terakhirku dengannya, pertemuan terakhir dengan
laki-laki yang menemani hidupku hampir 2 tahun belakangan ini. Butiran tetes
air mata tak kuasa ku bendung di hadapannya, tak ingin sebenarnya aku menangis
di hadapannya tapi aku tak kuasa menahan ribuan air mata yang berlinangan di
mataku. Seketika banjir air mata pun datang, tak peduli orang yang berada di
sekeliling ku. Ketika aku masih sibuk dengan tangisanku, dia memgang tanganku
erat sekali. Dia berusaha menutupi kesedihannya dengan menunduk dan memegang
erat tanganku itu sampai aku sadari bahwa tanganku basah oleh air matanya :”(
di kesempatan itu aku memberikan kain sarung untukknya yang telah aku bordir
dengan tulisan “AQIS” aqis itu singkatan faqihsuci. Aku sengaja memberikan kain tersebut agar dia
selalu ingat denganku disana, dan bisa menemaninya disaat dia sedang kedinginan.
Cin-cin yang melekat di jari kami berdua aku lepaskan dan aku memintanya untuk
memakaikan kembali sebelum dia pergi. Perpisahan pun terjadi, kami bertemu
hanya 1 jam karena hari mulai sore. Ku cium punggung tangannya seperti yang
biasa aku lakukan ketika kami hendak pulang tapi kali itu terakhir aku
bersalaman dengannya. Ku cium tangannya lama sekali tak seperti biasanya karena
aku tahu aku tak akan lagi bisa mencium bau tangannya. Sesampainya dirumah dia
berkata “seneng deh ketemu dd tadi, walau dd ga berenti nangis tapi aa
bersyukur bisa ketemu dd dulu sebelum aa pergi” disertai dengan senyumannya
yang khas yang seolah-olah ingin membuatku tersenyum seperti sedia kala. Hari
itu pun datang :”(, hari yang sangat aku tidak harapkan. Tanggal 9 juni pukul
14.00 wib dia mengirim pesan untukku ‘aa berangkat yah sayang :”)’ rapuh
rasanya hatiku melihat kenyataan ini. dia meninggalkanku disini dengan sejuta
rencana yang telah kami rajut bersama, dia pergi disaat kami sedang liburan
sekolah:”(. Semua rencanaku hancur seketika, aku tak henti-hentinya menangis
dalam keterpurukanku, dalam hatiku terus bertanya-tanya “kenapa harus aku yang
mengalami ini semua? Kenappaaaaa? Apa salah aku ya allah?” :”(. Setiap hari
kami selalu menghabiskan waktu berdua walau melalui pesan singkat, memang
selama ini pun kami jarang bertemu karena kami masih sekolah dan kami bertemu
jika hari libur saja itu pun kalau tidak ada acara keluarga. Sering kami
bertengkar karena acara yang kami impikan selama seminggu gagal begitu saja dan
artinya kami harus menunggu minggu berikutnya untuk bertemu kembali. Begitulah
seterusnya, selama seminggu hanya 1 kali kami bertemu :”) sehari setalah kamu
pergi rasanya itu seperti hilang semua tulangku, lemas yang aku rasakan jika
melihat handphone karena tak ada lagi yang sms aku setiap pagi. Biasanya setiap
pagi handphoneku berdering tanda ada kotak masuk dan tentunya dari aa :”)
kalimat “pagi sayangku J” yang sangat sederhana kami lakukan setiap mata kami
terbuka itu pun lenyap seketika :”( !!!! kesepiannnnnnnnn itulah rasanya …. sehari
tanpa smsn dengamu itu hal mustahil untukku tapi sekarang bukan lagi hal yang
mustahil :”( aku harus tabah menjalani ini semua. Iri memang melihat teman-temanku
yang bisa berlibur bersama dengan orang yang spesial :”( hanya selalu ada iri
iri iri yang ada di dalam hatiku saat malam minggu tiba pun, karena aku belum
pernah malam mingguan bersamanya. Dia tidak ingin malam mingguan, mungkin karena
takut di marahi orang tua dan aku pun memakluminya.Tidak ada lagi yang
mengkhawatirkan aku disini, aku hanya bisa membaca pesan singkat darinya yang
dahulu sebelum dia berangkat. Dia menitip pesan untukku “dd rajin sholat, rajin
ngaji, jangan lepas jilbabnya, terus cantik hatinya, baik hati, dan ga keras
kepala lagi” aahhh rasanya terus ingin menangis jika membaca pesan tersebut !
aku hanya bisa menulis kegiatanku di buku catatanku setiap hari, dan kelak
kuingin dia membacanya ketika dia pulang agar dia tau bahwa aku selalu
merindukannya setiap hari. Teman-temanku terus memberiku semangat untuk
menghadapi semua ini, bersyukur masih ada yang peduli dengan keadaanku ini.
Setiap hari aku selalu memandangi handphone, berharap ada pesan dari kamu tapi
sampai hampir 1 bulan kamu disana tak pernah ada kabar darimu. Do you know?
Everything I miss u cabi :”( Kecewa itu yang aku rasakan menghadapi kenyataan
ini :”( dan tanggal 9 itu ulang tahunku yang ke 17 tahun. Orang bilang sweet
seventeen itu ulang tahun paling indah tapi sepertinya untukku itu ulang tahun
paling buruk di hidupku :”( sempat aku berfikir kalau sampai nanti tanggal 9
juli dia tidak menghubungiku lagi, aku akan buang jauh-jauh handphone ini dari
hadapanku!! Tanggal 9 juli pun datang, jam 07.28 AM tanggal 9 juli 2012
handphone ku berdering, ku fikir itu hanya temanku yang ingin memberikan ucapan
untukku tapiiiiiiii ‘2 kotak masuk my dear faqih :*’ tidak kusangka dia mengucapkan selamat ulang
tahun untukku J itu hadiah terindah untuk ulang tahunku kali ini :”)
karena ku fikir dia tidak akan menghubungiku lagi. setidaknya dia tidak
melupakan aku disini dan dia masih tetap menjaga kesetiaanku disini J kami berkomitmen untuk menjalani
semua apa adanya ya setidaknya kita LDR selama dia berada di pesantren. COBAAN
atau MUSIBAHKAH semua ini ya allah? Kalau memang ini cobaan berikanlah kami
kekuatan agar mampu melewatinya tapi kalau semua ini musibah tolong hentikan
ini semua ya allah :”( hanya engkau tempatku mengadu dan engkau lah yang tau
hikmah di balik ini semua. So? Aku bahagia jalanin ini semua sekarang J tak ada kata galau lagi untukku,
memang pernah aku merasa kangen luar biasa dengan dirinya dan aku tak berhenti
menangis jika sedang kangen tingkat dewa. Aku hanya ditinggal mencari ilmu
olehnya bukan ditinggal selama-lamanya, aku masih bisa dengar suaranya saat ku
putar rekaman suaranya yang sengaja dia rekam untukku agar aku bisa melepas
rinduku padanya J dia menuntut ilmu disana dan aku menyelesaikan
sekolahku disini. Umurku masih sangat kecil untuk memikirkan kata “menikah”
tapi aku selalu serius menjalaninya. Bukan cerita SMA kalau tidak ada kisah
yang tragis, bukan tragis sebenarnya tapi mengharukan. Jsemua ini akan menjadi kenanganku
dimasa mendatang J aku percaya akan ada keindahan di balik semua ini ya
allah J
aminn ya rabbal a’lamin .
Semua ini
menjadikan aku lebih tegar dan dewasa J, LDR? Semoga ini ldr pertama dan
terakhirku bersamanya. kuambil sisi positifnya dari semua ini. Semoga tidak ada
lagi bertengkar karena hal spele setelah dia pulang dari pesanren nanti, aku
ingin memperbaiki semua ini J tersenyum untukku untukknya dan
untuk kita J
Tidak ada komentar:
Posting Komentar